 | A Beginning Writer With A Big Dream | Jun 3, 2007 |
Selamat datang... semoga betah di sini. Silakan kunjungi juga rumah saya yang baru di  Di sini, adalah tempat pertama saya untuk bermimpi menjadi penulis novel fantasi profesional. Terlalu keren bahasanya? Gini aja deh: ini tempat saya belajar menulis novel. Selain buat memajang karya, beberapa tips penulisan novel fiksi juga saya tempel di sini. Lumayan, kan mesti banyak belajar... Salam dari Sang Pemimpi, Villam. ... dan tulisan-tulisan terakhir lainnya di www.rdvillam.com (Desember 2008). Untuk melihat lebih jauh, silakan klik di judul masing-masing tulisan. Selamat membaca dan menikmati. Catatan: www.rdvillam.com nyaman dilihat melalui browser Mozilla Firefox dan Opera, namun lambat melalui browser Internet Explorer. Maaf atas ketidaknyamanannya. *** The Forgotten Heroes - The Map Di samping ini adalah gambar (sebagian) peta dunia kisah The Forgotten Heroes, yang baru saja selesai digores langsung di komputer melalui software Corel Draw 11. Memang masih sangat sederhana, tapi sementara ini cukuplah untuk disisipkan ke hardcopy Buku Satu yang akan coba saya lempar lagi ke penerbit awal tahun depan.
Dengan peta ini semoga para pembaca bisa lebih membayangkan dimana Elniri, negeri asal sang penakluk. Lalu negeri Terran, Melbrond, Haston, dan Maltan. Juga tempat Fabien membangun desanya di utara, letak Kuil Ksatria di Gunung Hohn, dan tanah para penyihir di Lembah Heiszl. [more...] *** Multi POV, Multi Plot, Multi Halaman Saya baru saja membaca sebuah cerita karya rekan penulis, dan saya kagum, karena dia berani menulis dengan menggunakan delapan tokoh sebagai pencerita /sudut pandang. Menggunakan Multiple Point of View (POV), yang semuanya berporsi seimbang. (Benar-benar salut untuk anda, Kawan)
Yang saya kagumi adalah keberaniannya; sang penulis berani 'bersimbah darah', meluangkan banyak sekali waktu dan energinya, karena sudah jelas, semakin banyak POV berarti semakin banyak plot dan subplot, dan otomatis semakin banyak pula halaman yang harus ditulis. [more...] *** Ide-ide Datang Lebih Cepat Dibandingkan Kemampuan Menulis Sekali lagi ide-ide cerita itu datang, saat malam, dalam mimpi atau hanya dalam lamunan, namun masalahnya adalah, itu selalu datang lebih cepat dibandingkan kemampuan menulis saya.
Saat ini saja sudah ada sekitar sepuluh cerita panjang yang menunggu untuk diselesaikan, dan sudah pasti itu semua tidak bakal selesai dalam satu atau dua tahun. Apa boleh buat, ide baru ini, betapapun menariknya, terpaksa harus dimasukkan dulu di belakang antrian. [more...] *** Menghidupkan Fiksi Fantasi Lokal Berikut ini adalah hasil salah satu diskusi tentang nasib fiksi fantasi lokal. Sengaja saya letakkan sebagai artikel sendiri, karena artikel aslinya rusak. Semoga bermanfaat.
Rekan saya dian k baru saja menulis review Magician's Guild, novel fantasi karya Trudi Canavan, penulis asal Australia, terbitan Mizan Fantasi, 2008, di blog Kastil Fantasi. Silakan dinikmati. Komentar saya singkat saja: baguslah kalau semakin banyak penerbit lokal yang menerbitkan novel-novel fantasi. Tapi saya akan lebih senang lagi jika yang diterbitkan adalah karya-karya penulis fantasi lokal juga. [more...] *** Menulis 50 Ribu Kata Dalam Sebulan? Siapa Takut? Ya, siapa takut? Ini adalah kesan pertama yang saya dapatkan saat berkunjung ke www.nanowrimo.org.
NaNoWriMo adalah singkatan dari National Novel Writing Month. Jadi, ini adalah sebuah situs para penulis, amatir maupun profesional, di Amrik sono, dimana para penulis tersebut ditargetkan untuk membuat 50.000 kata (sekitar 200 halaman) dalam satu bulan. Kualitas gak penting, yang penting adalah kuantitas, bisa memenuhi target menulis dalam waktu sebulan itu. [more...] *** Arsenal Masih Punya Peluru Tajam! Arsenal memang sudah kalah lima kali musim ini, tapi kemenangan di akhir November Kelabu kemarin, 2-1 atas Chelsea di Stamford Bridge, menunjukkan bahwa The Gunners masih punya peluru tajam buat menghancurkan mimpi para pesaing utamanya. [more...]
*** ... dan tulisan-tulisan terakhir lainnya di www.rdvillam.com (Oktober s/d November 2008). Untuk melihat lebih jauh, silakan klik di judul masing-masing tulisan. Selamat membaca dan menikmati. Catatan: www.rdvillam.com nyaman dilihat melalui browser Mozilla Firefox dan Opera, namun lambat melalui browser Internet Explorer. Maaf atas ketidaknyamanannya. ***
Ada Duit Ada Hasil?
Akhir minggu kemarin terasa sedikit mengesalkan. Pertama, karena sekali lagi Arsenal kalah di Premier League, kali ini dari Aston Villa, 0-2. Kekalahan pahit yang benar-benar membuat kemenangan atas MU minggu sebelumnya jadi tidak berarti.Yang kedua, karena situs saya ini down, tidak bisa dibuka selama dua hari, gara-gara traffic per bulannya sudah melewati batas. Waktu pertama dulu dibikin, pengunjungnya memang belum seramai sekarang, jadinya ya begitu deh kejadiannya. [more...] *** 
Kucing Braveheart (100 kata bersambung)”Akankah kita dikenang sebagai pahlawan?” Si Gendut bergoyang gelisah.Aku menenangkannya. ”Kalian pahlawan.”Kolonel Tua mendesah. ”Sebelum mati, kami harus tahu siapa namamu.” [more...] *** Belenir (draft)Aku tak akan bercerita tentang tiga belas tahun pertama kehidupanku yang indah di Belen, atau tiga tahun berikutnya yang gelap—dalam arti kiasan maupun sebenarnya—di tambang batu mulia Narttal. Ceritaku dimulai sepuluh hari setelah aku dipajang di pasar budak Ainthala, kota kecil di perbatasan negeri Madhirian. Ketika aku mendapatkan namaku yang baru. [more...]
*** Penulis Yang Membuat Peti Matinya Sendiri (Tapi Semoga Tidak ...)Barusan saya berkunjung ke blog seorang penulis fantasi, yang novel pertamanya baru saja masuk dalam nominasi ajang penghargaan literatur di Indonesia. Terlepas dari apakah kualitasnya memang baik atau tidak, tetap saja keberhasilan tersebut patut diapresiasi. Dengan ini, diharapkan genre fiksi fantasi bakal tetap eksis, diakui keberadaannya. [more...]
*** Arsenal Gulung Manchester UnitedHasil buruk Arsenal selama dua minggu terakhir di Premier League (ditahan imbang Spurs 4-4, dan kalah memalukan dari Stoke City 1-2) terbayar lunas dengan kemenangan maha penting melawan juara bertahan Manchester United 2-1, di Emirates Stadium, Sabtu 8 November 2008. [more...]
*** Ditunggu Sopir Bajaj (100 kata)”Naik sekarang?” sang sopir bertanya.”Nanti,” jawabku. Aku masih tetap berdiri di sampingmu yang terus termenung di kursi taman.Sudah terlalu lama, Sayang.Lihatlah lelaki yang kini menghampirimu, menyentuh lembut bahumu sambil berkata, ”Menikahlah denganku.” [more...]
*** Bagaimana Mendapatkan Hak CiptaBisakah kita melindungi setiap karya tulis yang kita buat, secara hukum? Apa yang dimaksud dengan Hak Cipta? Dan bagaimana mendapatkannya? Ini ada sedikit pengetahuan yang semoga bermanfaat. [more...]
*** Katalog Novel Fantasi Lokal*sambil merenung, begitu cepatnya novel-novel fantasi karya penulis lokal hilang ditelan waktu, hanya tiga bulan setelah mereka terbit …*Teman-teman,Saat ini saya sedang mencoba membuat katalog novel fiksi fantasi karya anak negeri sepanjang masa (halah…). Sejauh ini saya baru mengumpulkan sedikit judul, jadi di sini saya mengajak, barangkali ada teman-teman yang bisa membantu. [more...]
***
Tolkien & 2 Steps of Storytelling
Salah satu tulisan lama saya. Tidak ada salahnya saya buka lagi. Enjoy. —Apa jadinya ya jika Lord of The Rings tidak diceritakan melalui perspektif/point of view Frodo, melainkan melalui perspektif Gandalf misalnya, atau Strider/Aragorn?Katakanlah misalnya cerita dimulai ketika Aragorn menemukan Frodo di Bree yang tiba-tiba bisa menghilang, sementara dari awal juga sudah diceritakan bahwa Aragorn sebenarnya adalah keturunan dari Isildur, dan sudah diceritakan pula kenapa ia menyamar jadi Strider. [more...] *** Perlunya Grup Kritik
Dari sekian banyak tips mengenai tips tulis-menulis yang dapat dibaca melalui internet, tips yang satu ini jarang disebut, padahal sebenarnya penting sekali, terlebih bagi para penulis novel pemula (ya seperti saya ini). Biasanya para penulis pemula setelah menyelesaikan naskah novelnya, dengan bangganya (mungkin juga malu-malu) akan meminta keluarga atau teman-teman dekatnya untuk membaca. Bahkan ada yang langsung nekat mengirim ke penerbit. [more...] *** Trio Detektif dan Audio Novel Yang Saya Buat Saat SD
Di forum Pulau Penulis Fiksi Fantasi Dalam Negeri, saya sempat bicara tentang audio novel, yaitu sebuah novel yang disampaikan melalui media audio seperti kaset, CD, atau MP3, dibacakan oleh seorang pencerita, atau bisa juga dalam bentuk seperti sandiwara radio jaman dulu, dan bisa dinikmati kala kita bengong di dalam mobil saat jalanan macet, naik bis, atau bahkan saat berkebun di rumah. Hahahah…Kemudian saya teringat, bahwa sebenarnya saya dulu pernah membuat audio novel, saat masih SD, walau bukan berasal dari cerita saya sendiri. [more...] *** Derby Klasik Berakhir Dramatik
Setelah menang atas West Ham 2-0 di akhir pekan, semalam, 29 Oktober 2008, Arsenal ditahan imbang oleh Tottenham Hotspur 4-4, dalam sebuah partai yang konon adalah salah satu yang paling dramatik dalam sejarah Premier League. [more...] *** Teman Menulis (100 kata)
Setiap malam aku menulis, selalu ditemani dua orang.Orang pertama, wanita cantik bergaun putih, selalu berdiri rapat di sampingku. Ia berbisik, ”Menulislah tentang cinta.”Orang kedua, lelaki berjas kelabu yang selalu duduk di sofa, menukas, ”Mana mungkin? Dia tak tahu apa itu cinta.””Akan kuajarkan,” balas sang wanita. [more...] *** Pedang-pedang Klasik #1
Goujian, dari Masa Musim Semi dan Musim Gugur di Cina (510 SM - 334 SM). Material: perunggu. Panjang: 55,6 cm (termasuk gagangnya) dan lebar: 5 cm. Ditemukan di Sungai Zhang setelah terendam lebih dari 2000 tahun, tapi tidak ada bekas karat, dan tetap mampu memotong setumpuk kertas dengan mudah. [more...] *** Melaju di Champions League
Arsenal menghajar tuan rumah Fenerbahce 5-2 untuk memantapkan posisi di puncak klasemen Grup G Champions League. Gol-gol Arsenal dicetak oleh Emmanuel Adebayor, Theo Walcott, Abou Diaby, Alex Song dan Aaron Ramsey, sementara dua gol balasan Fenerbahce dibuat oleh Dani Guiza. [more...] *** Magician's Guild & Fantasi Karya Penulis Lokal
Rekan saya dian k baru saja menulis review Magician’s Guild, novel fantasi karya Trudi Canavan, penulis asal Australia, terbitan Mizan Fantasi, 2008, di blog Kastil Fantasi. Silakan dinikmati.Komentar saya singkat saja: baguslah kalau semakin banyak penerbit lokal yang menerbitkan novel-novel fantasi. Tapi saya akan lebih senang lagi jika yang diterbitkan adalah karya-karya penulis fantasi lokal juga. [more...] *** Komitmen Akhir Tahun
Hari ini saya baru saja memberi usulan di forum diskusi Pulau Penulis Fiksi Fantasi Dalam Negeri, bagaimana kalau kita membuat komitmen bersama: di akhir tahun 2008 ini minimal harus ada satu naskah kita yang selesai, kemudian direview bersama-sama di bulan Januari 2009, editing pada Februari 2009, dan kirim ke penerbit paling lambat Maret 2009. [more...] *** Stardust & Tentang Adaptasi Novel ke Film
Kemarin saya baru saja nonton Stardust (ya ya ya, ini film udah lewat setahun lebih dan saya baru sempet nonton sekarang), yang diangkat dari novel fantasi laris karya Neil Gaiman. Saya gak akan review soal film atau novelnya, karena sudah banyak dibahas di tempat lain sebelumnya. Di sini saya hanya akan mengupas sedikit soal adaptasinya dari novel ke film, betapa banyak perubahan yang harus dilakukan, demi mencapai tujuan berfilm, tanpa harus kehilangan inti ceritanya. [more...] *** Akhirnya Menang Juga
Arsenal akhirnya menaklukkan Everton 3-1, pada lanjutan Premier League di stadion Emirates, 18 Oktober 2008. Sempet kesel berat tuh pas nonton babak pertama, apalagi pas 15 menit pertama, yang bener-bener Arsenal maennya kurang darah kayak gak punyak semangat idup! [more...] *** Indonesia 2045
Namaku Satryo, seorang polisi—sementara ini sebut saja begitu—dan aku harus menginterogasi seorang bocah pagi ini. Gadis berusia tigabelas tahun bernama Tiara. Penyebabnya: ia tiba-tiba meracau di kelasnya kemarin sore. Ia berteriak, “Pak Presiden akan mati ditembak besok malam!” [more...] *** Piri (draft)
Dunia itu seperti ember kayu yang biasa kupakai untuk membawa air dari sungai. Kita yang tinggal di lembah seperti hidup di atas alasnya, dan deretan pegunungan batu yang mengelilingi kita adalah dindingnya. [more...] *** Beberapa Tips Lain Dalam Mengkritik
Biarkan penulis tahu jika memang ceritanya bukanlah jenis favorit kita. Hal ini akan membuat mereka lebih memahami sudut pandang kita. Hal-hal yang tidak kita sukai di ceritanya bisa jadi justru hal yang menarik buat para pembaca di genrenya, yang pastinya akan menjadi pasar utamanya nanti. [more...] *** Hal-hal Apa Saja Yang Bisa Dikritik
A. Pembukaan* Apakah kalimat dan paragraf pertama cerita bisa membuat kita tertarik, untuk terus membaca ke bagian berikutnya? Apakah sudah menggambarkan masalah utama sang protagonis, ataukah hanya sekadar pemanis untuk memikat pembaca dengan kata-kata indah atau adegan-adegan seru? [more...] *** Langkah-langkah Dalam Mengkritik
Jangan membaca hasil kritikan orang lain sebelum kita membaca dan mengkritik naskah tersebut. Jika tidak hasilnya akan bias dan basi. [more...] *** Karakteristik Kritik Yang Baik
Jujur. Pendapat jujur adalah yang paling dibutuhkan penulis untuk memperbaiki karyanya. Sebaliknya pendapat bohong dan basa-basi—apakah itu pujian ataupun hujatan semata—hanya akan menyesatkan penulis. Dia tidak menyadari apa sebenarnya kelebihan dan kekurangan karyanya, dan kalau dia tetap meneruskan kesalahannya itu ujung-ujungnya akan berakhir pada penolakan dan kekecewaan di ajang kompetisi yang sesungguhnya. [more...] *** Mengkritik Naskah Fiksi
Bayangkan, kita menghabiskan hampir seluruh waktu, energi dan perasaan kita untuk menulis sebuah karya fiksi, siang dan malam bagai tanpa henti. Setelah berbulan-bulan akhirnya … selesailah! Gugup, kita lalu memberanikan diri maju ke langkah berikutnya: memberikan naskah kita itu kepada orang lain, untuk dikritik. Mereka itu bisa teman biasa, rekan penulis, atau bahkan editor, dan membacalah mereka, halaman demi halaman. [more...] *** Jonathan Strange & Mr Norrell
Oleh-oleh Lebaran saya dari Bandung adalah novel Jonathan Strange & Mr Norrell karya Susanna Clarke, terbitan Bloomsbury 2004 dan pemenang Hugo Award 2005. Dengan tebal 1000 halaman serta berhuruf kecil hingga saya perkirakan novel ini berisi 350.000 kata alias sepuluh kali novel teenlit (hehe…), saya pikir wajar jika sampai sekarang saya baru membaca 200 halaman, betapapun bagus isinya. [more...] *** Red Cliff - The Movie
Sebagai penggemar game lawas Romance of the Three Kingdoms keluaran KOEI dan juga pembaca novel berjudul sama, ditambah mendengar niatan sutradara John Woo sebelumnya untuk membuat film epik terbesar dari tanah Asia, ditambah lagi dengan bintang semacam Tony Leung dan Takeshi Kaneshiro, tentu saja adalah keharusan buat saya menonton film Red Cliff. [more...] *** Lagi-lagi Tentang Prolog
Sekali lagi ada pembahasan mengenai prolog di forum Pulau Penulis Fiksi Fantasi. Saya kutip jawaban-jawaban saya di sana mengenai soal yang satu ini. Mau gimana lagi? ‘Pembukaan’ memang bagian paling penting dalam penulisan novel. Setiap penulis harus meluangkan waktu paling banyak di sini, untuk membuat kalimat pertama, paragraf pertama, adegan pertama, yang terbaik, yang mampu membuat pembaca mau membaca terus dan terus. [more...] *** 50 Best Opening Sentences
It is a truth universally acknowledged that a single man in possession of a good fortune must be in want of a wife. Pride and Prejudice - Jane Austen, 1813 [more...] *** Berpikir Terbalik: 9 Cara Menghancurkan Kepercayaan
Berikut tulisan lain yang pernah saya kirim juga di Multiply. Kali ini tidak mengenai tulis-menulis, tetapi tentang sesuatu yang dulu biasa saya gembar-gemborkan saat masih berkutat di bidang pengembangan sumber daya manusia. Silakan dinikmati, jangan bete seperti kucing di samping ini. Satu-satunya cara terbaik untuk merusak bisnis alias hubungan dengan orang lain (entah itu di rumah, di kantor, atau di lingkungan yang lain) adalah dengan MENGHANCURKAN KEPERCAYAAN. [more...] *** Kesalahan Saya Dalam Menulis Novel
Setahun yang lalu saya membuat beberapa tulisan mengenai tulis-menulis di Multiply, dan rasanya tak ada salahnya sekarang saya muat lagi di sini, buat mengingatkan betapa ternyata saya masih sering membuat kesalahan-kesalahan yang sama. [more...] *** Roma: Kisah Epik Dari Zaman Romawi Kuno
Penulis : Steven Saylor; Penerbit : Onread Books; Tahun Terbit : 2008; Tebal : 735 Halaman; Genre : Fiksi Sejarah.Setelah membaca beberapa buku fantasi karya penulis dalam negeri, dan lebih banyak lagi membaca komik Detektif Conan, akhirnya saya membaca buku tebal berjudul Roma, karya Steven Saylor. [more...] *** Disusun dari yang terbaru sampai terlama, selama bulan Oktober 2008: www.rdvillam.comIni adalah rumah baruku di dunia maya, dan semoga yang terakhir. Isinya bakal lebih variatif, tapi tidak bakal lepas dari dunia favorit saya: menulis dan sepakbola. Selamat mengunjungi. Do not put statements in the negative form. And don’t start sentences with a conjunction. If you reread your work, you will find on rereading that a great deal of repetition can be avoided by rereading and editing. Never use a long word when a diminutive one will do. Unqualified superlatives are the worst of all. De-accession euphemisms. If any word is improper at the end of a sentence, a linking verb is. Avoid trendy locutions that sound flaky. Last, but not least, avoid cliches like the plague. ~William Safire, “Great Rules of Writing” baca lebih banyak lagi kata-kata sakti tentang menulis di sini - Tentang forum ini
- Zauri masuk nominasi Adikarya IKAPI dan Khatulistiwa Literary Award
- Perbedaan Fans Fiction dan Fantasy Fiction
- Character-Mix Technique: let the characters lead the story, oleh rd_Villam
- Tentang Cardan, terbitan Gagasmedia
- Zauri menjadi juara II Adikarya IKAPI 2007
- Writer’s Obstacle: The Beast Inside My Head, oleh rd_Villam
- Soal perbedaan novel dan film
- Tips Dan Brown: 7 hal untuk menarik perhatian editor, oleh rd_Villam
- Fakta Seputar Kehidupan Penulis, oleh Midu Khullar
- Informasi alamat penerbit
- Tentang fantasi modern
- Tentang kritik pembaca
- Tentang novel fantasi lokal
- Tentang Hozzo karya hege
- Tentang Goran dan Sang Penandai, terbitan Serambi
- Tentang tanggapan pembaca di kemudian.com
- Review KLA 2008
- Terra Mater Aftermath karya clickdian
- Monster’s Tales karya hege
- Tentang tampilan cover
- Hati-hati posting naskah ke publik
- Lagi, tentang Fans Fiction dan Fantasy Fiction
- Review Septimus Heap: Magyk oleh clickdian
- Review Goran oleh BloodSin
- Frogs karya hege
- Fantasi tetap harus logis
- Tentang science fiction
- Cahaya Bulan karya clickdian
- Konferensi Hantu Sedunia karya alk
- Tanggapan atas review Goran
- Down ditolak penerbit?
- Hal apa yang paling penting dalam novel fantasi?
- Gaya Bahasa vs Plot
- Fantasi identik dengan hiperbolis?
- Korban Penculikan Alien Pertama di Indonesia Adalah Seekor Kucing? karya hege
- Khael dan Marina oleh alk
- Tentang macam-macam Prolog
- Membuat greget cerita
- Blog khusus mengulas novel-novel Fiksi Fantasi Indonesia
- Menulis fantasi berbahasa Inggris
- Resensi novel-novel fantasi lokal oleh BloodSin
- Review Cardan oleh BloodSin
- Review draft Lemuria karya BloodSin oleh rd_Villam
- Bagaimana sebaiknya novel fantasi kita?
- Tentang Candi Murca karya LKH
- Lagi, tentang Prolog
- Sedikit cuplikan Lemures karya BloodSin
- Heart of Desperado karya BloodSi
- Tentang Para Penunggang Petir
- Lagi, tentang novel fantasi lokal dan peran editor
- Review draft Pendekar Garuda karya FA Purawan oleh BloodSin
- Review Septimus Heap: Flyte oleh clickdian
- Model stereotip novel fantasi
- Review draft Pendekar Garuda karya FA Purawan oleh clickdian
- Review draft Pendekar Garuda karya FA Purawan oleh BloodSin
- Penjelajahan FFDN oleh Fred
- Cuplikan Lemures karya BloodSin
- Bagaimana memulai adegan baru tanpa mengurangi mood pembaca
- Tentang GunEye karya Ramaditya
- Naskah Yang Memikat Editor oleh Anwar Holid
- Tentang retire from writing fantasy
- Mengapa mengirim naskah dengan hardcopy?
- Cuplikan Aura karya hege
- Tentang Ledgard
- Apa yang terjadi jika karya kita tak pernah terbit
- Fantasi dan anime
- Tentang draft Lemures karya BloodSin
- Plot dan karakterisasi di novel fantasi barat
- Bagaimana seharusnya fiksi ilmiah
- Seperti apa ending yang bagus dan bikin greget
- Tentang Dream of Utopia
- Review draft Lemures karya BloodSin oleh FA Purawan
- Image dunia vampire
- Tentang kontrak penulis-penerbit
- Tentang Zauri karya clickdian
- Tentang Pesta Buku 5 Juli 2008
- Tentang Enthirea
- Review Zauri karya clickdian oleh fr3d
- How to make a positive review?
- Tentang gambar peta dan ilustrasi
- Cerita fantasi layak untuk diterbitkan
- Tentang draft The Forgotten Heroes karya rd_Villam
- Tentang para penerbit fantasi lokal
- Kejujuran dalam sebuah tulisan
- Sukseskah Tolkien dan Rowling jika mereka tinggal di Indonesia?
- Tips dari Roald Dahl
- Komunitas penulis fantasi
- About changing the tone of a story
- Tentang fantasi modern
- Fantasi dengan setting lokal atau luar?
- Mengapa fantasi lokal dianggap kurang marketable oleh penerbit
- Tentang budaya luar yang berpengaruh ke setting lokal
- Buku fantasi lokal memang dianaktirikan di toko buku?
- Review draft The Forgotten Heroes karya rd_Villam oleh FA Purawan
- · Review Sang Penandai oleh fr3d
The results of the 2008 Hugo Awards, as announced at Denvention 3, the 66th World Science Fiction Convention, in Denver, Colorado, USA, on August 9th 2008, are as follows: http://kastilfantasi.wordpress.com/2008/08/11/2008-hugo-award-results-announced/ Artikel lengkapnya dapat dilihat di: http://kastilfantasi.wordpress.com/2008/08/04/mengkritik-naskah-fiksi/ Bayangkan, kita menghabiskan hampir seluruh waktu, energi dan perasaan kita untuk menulis sebuah karya fiksi, siang dan malam bagai tanpa henti. Setelah berbulan-bulan akhirnya … selesailah! Gugup, kita lalu memberanikan diri maju ke langkah berikutnya: memberikan naskah kita itu kepada orang lain, untuk dikritik. Mereka itu bisa teman biasa, rekan penulis, atau bahkan editor, dan membacalah mereka, halaman demi halaman. Kita berpikir, naskah ini adalah masterpiece kita. Kita sudah belajar dan bekerja keras, untuk membuat ini sebagai karya terbaik, dan kita yakin itu. Kita menunggu, apa yang akan kita peroleh nanti, sebuah ucapan selamat: ‘Bagus! Ini sebuah karya yang hebat!’, atau justru sebaliknya: ‘Ini sampah! Sebuah naskah—kalau ini bisa disebut sebagai naskah—yang sangat sangat jelek!’. Duh. Siapkah kita menerima kritikan semacam itu? Mengkritik bukanlah pekerjaan mudah, dan mendapatkan kritik yang bagus juga tidak mudah, jika kita melihatnya dari sudut pandang penulis. Kritik yang buruk, yang hanya memuji setinggi langit atau hanya menghujat habis-habisan, dijamin akan membuat penulis terbuai atau sebaliknya justru kehilangan semangat. Sedangkan kritik yang bagus, yang membangun, akan membuat naskah menjadi lebih baik nantinya. Dan memang itulah sebenarnya tujuan mengkritik: menemukan kelemahan sebuah naskah dan membantu penulis menuliskannya menjadi lebih bagus. Kita, sebagai penulis, terutama sangat membutuhkan keterampilan dalam mengkritik, tidak cukup hanya menulis. Baik itu mengkritik karya sendiri, maupun karya orang lain. Pertama, itu kita butuhkan jika hendak memperbaiki draft pertama naskah kita. Siapa lagi yang akan melakukan itu jika bukan kita sendiri? Kedua, dengan mengkritik secara detil karya orang lain, kita juga dilatih untuk berpikir, mana yang baik dan mana yang sebaiknya tidak kita terapkan di karya kita. Kita dilatih untuk memperbaiki diri kita sendiri. Tentu saja, kritik yang bagus membutuhkan energi dan waktu lebih lama bagi kita untuk membaca, merenung dan menuliskannya. Sama saja dengan menulis cerita. Dan jujur saja, sebagai penulis pastinya kita lebih suka menulis, daripada menghabiskan waktu menilai sebuah karya secara detil. Tapi jika kita bisa melakukannya rutin setiap hari, seperti halnya menulis, yakinlah kita bisa menjadi penulis yang lebih baik. Lagipula, bukankah mengkritik termasuk latihan menulis juga? Memang sulit, tapi bukannya tidak mungkin. Dan satu lagi, untuk sebuah alasan lain yang lebih mulia, jika kita percaya bahwa kita adalah makhluk sosial, yang telah diberkahi lebih dulu oleh Tuhan sedikit ilmu tentang tulis-menulis, tentunya kita paham bahwa hanya dengan ‘memberitahu’ lewat kritik kita bisa menjadi makhluk yang berharga untuk lingkungan kita. Kita pun bisa berharap, dengan masukan yang kita berikan sekarang, nantinya kita juga bisa mendapatkan masukan yang jauh lebih besar lagi, dari mereka ataupun orang lain, yang sangat kita butuhkan. Jadi, tersenyumlah sejenak. J Baik, teman-teman, di bawah ini adalah sedikit panduan dalam mengkritik, yang mudah-mudahan akan berguna bagi kita semua. Tentu saja, tidak ada aturan kaku dalam mengkritik. Semua orang tentunya mempunyai gaya dan cara sendiri-sendiri. Jadi anggap saja corat-coret di bawah ini sebagai sedikit panduan, yang boleh dipakai boleh juga tidak. Bagi saya pribadi, paling tidak panduan ini—terutama mengenai hal-hal apa saja yang bisa dikritik—bisa dipergunakan untuk membantu merevisi naskah-naskah saya sendiri. Beberapa hal yang akan disampaikan di sini adalah: · Karakteristik Kritik Yang Baik · Langkah-langkah Dalam Mengkritik · Hal-hal Apa Saja Yang Bisa Dikritik · Beberapa Tips Lain Tentang Mengkritik · Perlunya Grup Kritik Semoga membantu. Nikmatilah. -rdv- Garong : Betul, memang ada. Tapi, kenape emangnya?
Kucing : Di tanggal ini, sudah sampai di mana dirimu? Garong : Masih tetap di sini, sepertinya.
Kucing : Tidak menyesal? Garong : Nyesel? Ngapain? Gak ada kerjaan laen yang lebih bermanfaat apa?
Kucing : Jujur? Gak ada yang perlu disesalkan? Garong : Yeah ... mestinya ...
Kucing : Jadi, semua menyenangkan? Garong : Ini hidup gue, dan gue masih tetap tersenyum kan?
Kucing : Walau mimpi-mimpimu belum tercapai? Garong : Gue udah bermimpi selama bertahun-tahun, dan gak ada salahnya bermimpi selama bertahun-tahun lagi. Tenang saja, gue pasti dapet sesuatu nanti. Tetap belajar dan menulis tanpa henti, itu saja kuncinya, mestinya.
Kucing : Sudah maksimal belum? Garong : Masih minimal. Hehehehe ... Hei, tapi gue berusaha kok!
Kucing : Iya, aku percaya deh. Semoga sukses. Garong : Sama-sama dah ...
”Dibanding semua kakakku, aku hanyalah ksatria rendahan. Miskin, bodoh, tak dikenal.” Majikanku menatapku. ”Dan gila, karena hendak menantang manusia paling berbahaya di dunia. Untuk apa? Kau tahu?” Aku diam saja, memandangi dua gundukan tanah di sampingku. Makam kedua orangtua majikanku. ”Kau pikir demi mereka?” Ia menggeleng. ”Aku tak yakin.” Ia lalu menepuk dadanya. Ada saputangan cinta berwarna putih di balik jubah perangnya. ”Atau demi dia? Aku tak yakin juga.” Ia tertawa. ”Apapun, aku tetap harus pergi. Ayo, kita temui takdir kita.” Kubiarkan ia menaiki punggungku. Aku pun meringkik dengan bangga. Majikanku, kenapa kau masih bertanya? Jawabannya sederhana: kaulah sang pahlawan.
dapat dilihat juga di sini: http://kemudian.com/node/119966
terima kasih sudah membaca... Villam Wajah sendu, dengan rambut berkibar tersapu angin malam. Mata sayu, yang selalu terarah padaku setiap kali kau datang. Desah lembut napasmu, kala dirimu merapat di dadaku. Siapakah kau? Mengapa kau selalu mendatangiku? Aku melepaskan tarikan terakhir pensilku, dan menatap garis matamu, berharap menemukan jawaban di sana. Bisakah? Dinding kamar kerjaku telah penuh. Tapi masih ada sisa. Di sudut ruangan, aku masih bisa menempel gambar terakhirmu. Tok. Tok. Panggilan mesra terdengar dari balik pintu, ”Sayang, tidur yuk.” Aku menghela napas, sebelum keluar dan menuju kamar tidur bersamanya. Di sana, dalam gelap aku menerawang. Datanglah malam ini, bidadariku. Bantu aku menemukan jawabannya. dapat dilihat juga di sini:http://kemudian.com/node/117826terima kasih sudah membaca...Villam lanjutan dari Wahai Bulan : Pasir Berbisik
”Wahai Pasir,” Lautan menyapaku. ”Manusia dalam pelukanmu itu, dialah makhluk tercantik di seluruh penjuru dunia.” ”Apa maumu?” ”Aku ingin mengambilnya.” ”Jangan coba-coba! Aku telah meminta Bulan untuk menjaganya darimu.” Lautan tertawa. ”Kau pikir Bulan bisa terus menahanku?” ”Apa?! Kau hendak menantangnya?” ”Sudah waktunya! Bulan jauh di atas sana, mau mengekang kita selamanya?! Aku telah berbicara dengan Tanah dan Angin, mereka setuju denganku.” ”Bodoh!” seruku panik. “Membuat Bulan menangis hanya akan membuat Matahari murka! Kau membuat kesalahan!” ”Kau yang bodoh! Kita bisa hidup tanpa keduanya!” ”Tidaaakkk!!!” Aku menggigil ngeri sambil memandangi makhluk indah dalam pelukanku. Kehancuran itu akan datang, karena kehadiranmu? dapat dilihat juga di sini:http://kemudian.com/node/115209terima kasih sudah membaca...Villam ”Naik sekarang?” sang sopir bertanya. ”Nanti,” jawabku. Aku masih tetap berdiri di sampingmu yang terus termenung di kursi taman. Sudah terlalu lama, Sayang. Lihatlah lelaki yang kini menghampirimu, menyentuh lembut bahumu sambil berkata, ”Menikahlah denganku.” Ya, menikahlah dengannya. Tapi dalam gelisah kau tak mengangguk ataupun menggeleng. Apa harus kuucapkan? Aku coba berbisik, ”Sayang, menikahlah dengannya. Aku ikhlas.” Kau pun menangis. ”Ya.” Ah, kau bisa mendengarku, bahkan menjawabku. Terima kasih, Tuhan. Ketika sang sopir bertanya lagi, ”Naik sekarang?”, kini aku bisa tersenyum. ”Ayo! Urusanku sudah selesai.” Selamat tinggal, Sayang. Semoga Tuhan mempertemukan kita di surga; sopir bajaj putihku sudah menunggu. Trungtungtungtungtung. dapat dilihat juga di sini: http://kemudian.com/node/111052
terima kasih sudah membaca... Villam ”Tuanku, biarkan jendral bodoh itu yang membunuh ayahmu,” bisikku pada Pangeran. Di balairung istana kami menyaksikan Jendral menghunjamkan belatinya menembus jantung Raja. ”Sangat mudah membakar dendamnya,” lanjutku. ”Balasan yang setimpal.” Pangeran mengangguk. ”Kau memang pandai, Penasihat. Sekarang giliranku?” ”Betul. Sesuai rencana.” Lonceng berbunyi. Seketika muncul sebarisan pasukan bertombak yang langsung mencacah habis tubuh Jendral. Pangeran tertawa keras. ”Akulah penguasa sekarang!” Jangan terlalu yakin. Tawanya mendadak terhenti, dan darah hitam tersembur dari dalam mulutnya. Ketika ia meregang nyawa, aku menyeringai. ” Ayahmu menitip pesan: ’matilah kau, bocah pengkhianat!’.” ”Lihat belakangmu, tolol!” balasnya. Sedetik kemudian sebilah pedang menyambar leherku. Orang kelima sialan. dapat dilihat juga di sini: http://kemudian.com/node/105306
terima kasih sudah membaca... Villam Setiap malam aku menulis, selalu ditemani dua orang. Orang pertama, wanita cantik bergaun putih, selalu berdiri rapat di sampingku. Ia berbisik, ”Menulislah tentang cinta.” Orang kedua, lelaki berjas kelabu yang selalu duduk di sofa, menukas, ”Mana mungkin? Dia tak tahu apa itu cinta.” ”Akan kuajarkan,” balas sang wanita. Sang lelaki mendengus. ”Menyerahlah, Sayang. Dia selamanya dingin, pemurung, egois. Seperti aku. Karenanya, aku selalu lebih lama berada di sini dibanding kau.” ”Diam!” Aku tak tahan. ”Aku punya teman baru sekarang.” Dari sudut ruangan muncul pria berjubah hitam dengan tatapan tajam menusuk. Aku menyeringai. ”Teman-teman, malam ini aku akan menulis tentang... KEMATIAN.”
dapat dilihat juga di sini: http://kemudian.com/node/103155
terima kasih sudah membaca... Villam ”Kau pikir dirimu hebat?” Kau menatapku dari atas jendela. Aku berhenti mengasah kuku, melirik sebentar ke arah Si Kurus yang masih asyik menonton ’Braveheart’, sebelum menjawab, ”Karena hendak menantang kawanan anjing itu besok? Tidak.” ”Bukan. Kau pikir dirimu hebat, karena bisa datang kemari, mengambil hati semua kucing, kemudian pergi begitu saja, dan kembali sudah menjadi mayat?” ”Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan.” ”Termasuk mematahkan hatiku?” ”Kau menyesal telah berkenalan dengan kucing yang akan mati?” ”Tidak. Bagaimana mungkin aku menyesal...” Kumis indahmu bergetar. ”Telah mencintaimu?” ”Kalau begitu jangan menyesal.” Aku melompat ke sampingmu. ”Kita berdua masih punya malam ini.” ”Miaaawww.” dapat dilihat juga di sini: http://kemudian.com/node/100389
terima kasih sudah membaca...Villam
Percayakah kau jika kukatakan aku mencumbumu dalam mimpiku semalam? Aku menciumi bibirmu, wajahmu, seluruh tubuhmu. Memeluk, membelai setiap lekuk, menghirup aroma, dan menikmati peluhmu. Kau tersenyum dari awal hingga akhir; aku tahu kau menikmati, seperti halnya aku. Tapi kau mungkin akan bertanya, ”Mengapa kau memimpikanku?” Mungkin kujawab, ”Karena aku merindukanmu.” Lalu kau akan bertanya lagi, ”Mengapa kau merindukanku?” ”Karena aku menginginkanmu.” ”Mengapa kau menginginkanku?” Terus, terus dan terus kau akan bertanya, hingga aku tak bisa menjawab lagi. Aku tak punya semua jawaban. Aku hanya ingin kau tahu, bahwa aku memimpikanmu. Percayakah kau, ...Sahabat? Kalau aku masih bisa memanggilmu seperti itu.
dapat dilihat juga di sini:http://kemudian.com/node/98253terima kasih sudah membaca...Villam
”Cium aku!” Kutatap nyalang penuh benci wanita cantik di hadapanku. Dia malah tertawa, menepuk-nepuk kepalaku seperti majikan memperlakukan anjingnya. “Sabar, pangeranku. Tunggulah malam nanti.” Kembali aku harus bersabar di selku, tetap dengan tangan dan kaki terantai ke dinding. Aku yakin, pengorbananku takkan percuma; Malaikat Maut telah menjanjikan kemenangan melalui pemberiannya. Menjelang malam pintu kembali terbuka, namun bukan wanita sundal itu, melainkan kekasihku yang masuk. ”Pergi!” pintaku. Demi cintaku padamu! Kekasihku menangis. ”Ijinkan aku menciummu, untuk terakhir kali.” Ia mendekat, mencium bibirku. ”Tidaaakkk!” Terlambat. Sedetik kemudian kekasihku meregang nyawa. Di sudut ruangan tertawalah sosok terkutuk yang sebelumnya kukenal sebagai Malaikat Maut. dapat dilihat juga di sini:http://kemudian.com/node/95464terima kasih sudah membaca...Villam
 | Guestbook | |
 |
Met Ultah Bos. Smoga suxess ^^ Kagak pernah di-update lagi yah ni blog? |
 |
waa inget toh :D iyaa niih :D Kk apa kabar ? masiih dong , tp blm shebat ka villam *iyalaah :p |
 |
inget kok, stella. :-) apa kabar? lagi liburan ya? masih menulis? |
 |
ka villaam :D inget aku gak ? ga dh kayanyaa :p ini stella :) |
 |
semoga sukses, andry! :-) |
 |
vadis wrote on Sep 27, '08 Novel pertama dari Trilogi FireHeart - Legenda Paladin telah terbit!
Judul: FireHeart - Legenda Paladin (Buku Satu) Sang Pemburu Oleh: Andry Chang
Penerbit: Sheila, sebuah imprint dari CV. ANDI OFFSET (Penerbit ANDI) Bahasa Indonesia (hanya untuk pemasaran di Indonesia) Desain Cover: Weny Ilustrasi Dalam Novel: Andry Chang
Dimensi/Ukuran: 13,1 x 18,8 cm Tebal: 492 halaman + 10 prolog = 502 halaman (Belum termasuk kata pengantar dan halaman2 ilustrasi / pembuka bab)
Genre: Fantasi (Medieval Epic Fantasy) Website Penerbit: www.andipublisher.com
Tersedia di toko-toko buku kesayangan dan terkemuka di kota anda! Untuk keterangan lebih lanjut, bacalah artikel2 tentang FireHeart di website ini atau website FireHeart di www.fireheart.tk
Majulah, Wahai Paladin! Penuhi Takdirmu! |
 |
hibernasi sepanjang taun?? buset, emangnya dirimu beruang kutub?
bangun, villam, BANGGUUNNNNN!!! *grin* |
 |
kan enak ngantuk, bisa tidur, bisa ngimpi pula... |
 |
huah,datang-datang kesini langsung ngantuk hee |
 |
pernah, michel. dalam mimpi. heheheh... |
 |
*blog MP-nya rdvillam maksud saya..
pernah nerbitin novel ngga, kak?
*buat penasaran ajaa...
:-?? |
 |
sepengetahuan saya, MP ini sangat bermanfaat :) sangat. |
 |
@clickdian, hibernasi bisa sepanjang tahun gak? hehe...
@akudanbiru, selamat datang... silakan membuka2 kulkasnya... |
 |
villaam.. pertama kalinya saya berkunjung kemari... :) waaaaah. menariiik sangaaaatt.. |
 |
Sepi. Hmm.. Villam, apa kau sedang hibernasi? |
 |
makasih, dadun... baru tiga belas tahun kok. hihihi... |
 |
happy birthdaaaaaaaaaaaaaaaayyyyyyyyyyyyyyyyy.............. yang ke berapa? :D maap telat |
 |
makasih, ferry. aku baik, masih coba berusaha tetap menulis secara konsisten, walau seringnya gagal juga. hehe... |
 |
Blognya makin menarik Villam. Apa kabar?
|
 |
pemikiranku, yang diubah itu adalah persepsi pasarnya. dan 'kebetulan', ada momen yang pas. *halah, ngomong apa sih?*
btw, 'kebetulan' di sini bukan kebetulan yang biasa kumaksud. *apa lagi sih? hehe...* |
 |
villam, sekarang yang kuno lagi in. batik--kain klasik--aja, disulap jadi keren. jadi kenapa otak nggak? *hallah, ngaco* :D |
 |
okelah, sekarnag mau buat transaksi apa? hee |
 |
halah, rik... pake penasaran... udah sini transaksi jugalah kita... hehe... |
 |
wah rame amet. wkwkkw... ada apa nih antara villam, dian ama dewi? ada transaksi apa yak.. jaid penasara,,, |
 |
hahah... apa ya? kalo otak udah jelas gak mungkin. model kuno nih, gak kompatibel lagi di jaman sekarang. hehehe... |
 |
villam, dengkulmu ga ada yang mau beli nih, kukasih gratis juga pada gak mau. ada barang lain yang bisa digadein gak? heheh |
 |
fannie, iya nih... aku rindu juga... hehehe... besok jumat deh, aku kasih lanjutan pelindung utopia di k.com. |
 |
@dewi, thx sudah boleh mengkomen...
@diah, iya aku dah liat... bagus kok...
@dian, boleh. nih, jual aja deh... hehe... |
 |
villam, dengkulnya bisa dijual ga? hihihi.. lumayan buat nambahin modal bikin tiang :p *matre mode on* |
| |